Makalah Tentang Peranti Keluaran
PERANTI KELUARAN
DISUSUN
OLEH:
AHMAD NUR
Nim.
180170095
UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH
FAKULTAS
TEKNIK
KATA
PENGANTAR
Puji syukur atas
kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “ Peranti keluaran ” ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa
tercurahkan kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah
menunjukkan kepada kita jalan yang lurus dan benar.
Penulis sangat bersyukur bisa menyelesaikan makalah yang
menjadi tugas IPA dengan judul “Peranti keluaran “ di samping itu kami
mangucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
selama pembuatan makalah ini berlangsung.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini
bisa bermamfaat dan jangan lupa ajukan kritik dan sarah terhadap makalah ini
agar kedepannya bisa diperbaiki dan bisa lebih baik lagi.
Lhouksemawe,
1 Desember 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata pengantar .................................................................................................................. i
Daftar isi ........................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang ........................................................................................ . iii
1.2
Rumusan masalah .................................................................................... iii
1.3
Tujuan ...................................................................................................... iii
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian peranti keluaran ....................................................................... 1
2.2 Jenis-jenis peranti keluaran ....................................................................... 1
2.3 Monitor ..................................................................................................... 1
2.4 Printer ....................................................................................................... 8
2.5 Plotter ..................................................................................................... 14
2.6 Computer Output Microfilm (COM) ...................................................... 17
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 19
Daftar
Pustaka ................................................................................................................ 20
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Komputer merupakan alat modern yang
tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengerjakan
pekerjaan kantor, multimedia, bahkan hiburan. Akhir-akhir ini perkembangan
komputer semakin berkembang dan masih akan terus berkembang tanpa batas. Kita
sebagai manusia mau tidak mau
harus
mengikuti perkembangan kemajuan teknologi khususnya bidang komputerisasi agar
kita tidak termakan oleh alat yang kita buat sendiri.
Kumpulan
lagu-lagu yang sebelumnya hanya dapat didengarkan melalui media kaset atau
piringan hitam, saat ini sudah mulai dikemas dalam bentuk compact disk (CD)
yang dapat didengarkan dengan menggunakan komputer multimedia. Belum lagi
perkembangan teknologi komputer di bidang kesehatan yang maju sangat pesat
untuk membantu diagnoss penyakit dan proses penyembuahnnya, dan masih banyak
lagi bidang-bidang kehidupan manusia yang saat ini sudah menggunakan peralatan
komputer.
Ditengah
kemajuan komputer apakah kita ketahui perkembangan perangkat kerasnya
(hardware), dan salah satu perkembanggannya adalah output device atau disebut
juga perangkat keluaran dan tentunya
penting bagi kita untuk mengetahuimya agar kita bisa mengikuti perkembangan
tersebut dan dalam melakukan pembeliannya kita bisa membeli dengan teliti serta
menyesuaikan dengan kebutuhan kita. Atas dasar itulah kami menyusun makalah
ini. Didalam makalah ini akan dibahas mengenai perkembangan perangkat keras
hardware terutama pada output device.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut, maka
rumusan masalah pada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana
gambaran umum mengenai Peranti keluaran ?
2.
Apa
saja alat yang termasuk kedalam Peranti keluaran ?
1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah tersebut, maka
tujuan masalah pada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
mengetahui bagaimana gambaran umum mengenai Piranti keluaran.
2.
Untuk
mengetahui apa saja alat yang termasuk kedalam Piranti keluaran.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Peranti Keluaran
Komputer memberikan informasi
dalam berbagai bentuk. Peranti keluaran adalah alat yang digunakan komputer
untuk melihat atau memperoleh hasil pengolahan, pemasukan data atau perintah
pada komputer. Output yang
dihasilkandari pemrosesdapatdigolongkan menjadiempatbentuk,
yaitutulisan (huruf, angka, simbolkhusus), image (dalambentukgrafikataugambar),
suara, dan bentuk lain yang dapatdibaca oleh mesin (machine-readable form).
Tigagolonganpertamaadalahoutput yangdapatdigunakanlangsung oleh
manusia, sedangkangolonganterakhirbiasanyadigunakansebagai input untuk proses
selanjutnyadarikomputer.
Peralatan output dapatberupa:
1. Hard-copy device, yaitualat yang
digunakanuntukmencetaktulisan dan image pada media
kerasataumemberikankeluaranberupabahancetakan.
2. Soft-copy device, yaitualat yang
digunakanuntukmenampilkantulisan dan image pada media lunak yang
berupasinyalelektronik.
3. Drive device ataudriver, yaitualat yang
digunakanuntukmerekamsimboldalambentuk yang hanyadapatdibaca oleh mesin pada
media seperti magnetic disk atau magnetic tape. Alatiniberfungsianda,
sebagaialat output dan juga sebagaialat input.
bentukpertamasifatnyaadalahpermanen dan lebih portable
(dapatdilepasdarialatoutputnya dan dapatdibawake mana-mana). Alat yang
umumdigunakanuntukiniadalahprinter, plotter, dan alat microfilm. Sedangkan output
bentukkeduadapatberupa video display, flat panel, dan speaker.
2.2 Jenis – jenis peranti keluaran
2.3 Monitor
2.3.1
Monitor
Monitor
adalah piranti yang memungkinkan
komputer untuk menampilkan informasi balik ke pengguna /user dalam bentuk teks
maupun grafik. Monitor termasuk ke dalam piranti softcopy. Monitor digunakan
untuk antarmuka secara visual dengan komputer dan tampilannya seperti televisi.
Berdasarkan teknologi pembuatannya monitor terbagi
menjadi CRT (Chatode Ray Tube) dan layar datar (flat panel display).
2.3.2
Ukuran
monitor
Ukuran
monitor didasarkan pada panjang diagonal dari area yang kita lihat. Monitor
mempunyai ukuran yang bervariasi 14”, 15”, 17”, 19”, 21”. Untuk laptop biasanya
layar yang digunakan berukuran 12,1” 13,3” 14,1”. Semakin besar ukurannya(dalam
inci) maka semakin luas gambar yang dapat ditampilkan pada monitor.
2.2.3 Resolusi Monitor
Ukuran
resolusi ditentukan oleh jumlah piksel (berasal dari picture element) yang
merupakn titik terkecil pada tampilan dilayar bisa ditampung dalam
koordinat X dan Y (640x480, 800x600, atau 1024x768). Semakin besar
resolusi yang dimiliki monitor kualitas tampilan pada layarnya akan semakin
bagus. Berikut berbagai standar resolusi untuk monitor :
1. CGA (Color Graphic Adapter) Tipe
monitor standar IBM yang mempunyaikualitasresolusirendah. Monitor
inihanyamampumenampilkan 4 warnadalam mode grafis.
2. EGA (Enhanced Graphic Adapter) EGA
merupakantipe monitor yang tingkatannya di atas CGA. Monitor
inimampumenampilkan 16 warnadalam mode grafis.
3. EPGA (Enchanced Professional Graphic Adapter) Monitor
inimampumenampilkan 256 warna pada mode grafis. Monitor inidisebut juga sebagai
monitor PEGA atau PGA.
4. VGA (Visual Graphic Adapter) VGA
merupakantipe monitor yang sekarangbanyakdigunakan. Gambar yang
dihasilkanmempunyawarnasampaijutaan. Mode grafisnyatampaklebihnyata di mata. Digunakan
pada komputer 80386 dan 80486.
5. SVGA (Super Visual
Graphic Array) dapat menghasilkan 16 juta warna. Biasa digunakan pada
monitor 14” dan 15”.
6. XGA (Extended
Graphic Array) memiliki jumlah piksel 1024x768 dan dapat menghasilkan
65.536 warna. Lazim digunakan pada monito 17” dan 19”.
7. SXGA (Super
Extended Graphic Array) memiliki jumlah piksel 1280x1024. Lazim
digunakan pada monitor 19” dan 21”.
8. UXGA (Ultra
Extended Graphic Array) memiliki jumlah piksel 1600x1200.
2.2.4
Dot Pitch
Menunjukkan
jarak antara dua piksel. Semakin dekat jaraknya, maka gambar pada monitor
akan semakinhalus.
2.2.5
Kecepatan
Refresh ( Refresh Rate)
Menunjukkan
jumlah pemayaran ulang piksel per detik, sehingga tampilan piksel tetap jelas.
Semakin tinggikecepatan refresh, maka tampilan dilayar akan terlihat semakin
nyata. Kecepatan refresh dinyatakan dalam satuan Hertz. Monitor yang baik
minimal refresh 75Hz ( dalam 1 detik citra ditampilkan 75X).
2.2.6 Interlaced dan Noninterlaced
Interlaced
Monitor adalah jenis monitor yang menampilkan informasi dalam layar melalui 2
tahapan. Contonya pada televisi. Efek dari interlaced monitor adalah kerdip.
Sedangkan Non Interlaced adalah jenis monitor yang menampilkan informasi dengan
1 tahapan.
2.2.7
Kedalaman
Warna
Adalah
jumlah bit yang dipergunakan untuk menyimpan ketentuan tentang sebuah pixel,
menentukan banyaknya variasi warna yang dapat dihasilkan monitor.
2.2.8 Jenis – Jenis Monitor
Menurut
bentuknya monitor dibedakan menjadi tiga, yaitu: monitor CRT, monitor LCD,
monitor plasma.
2.2.8.1
Monitor
CRT ( Chatode Ray Tube)
Monitor
CRT sudah menjadi perangkat penampil gambar yang dominan untuk komputer desktop
sejak pertama kali muncul di awal 1980-an. Merupakan monitor yang berfungsi
dengan penembakan sinar katoda. Bentuk monitor ini sama dengan televisi, tetapi
secara umum hanya terdiri dari 4 blok yaitu video, vertikal, horizontal, dan
power supply. Teknologi layar CRT datar dikenal dengan teknologi FST
(flatter squaretube), terdiri dari dua tipe yang bentuk keduanya ’serupa tapi
tak sama’. Jenis lain teknologi layar CRT datar adalah kombinasi dari monitor
tradisional CRT cembung dengan teknologi shadow mask, yang menghasilkan layar
datar dengan gambar yang tajam. Ada fasilitas tambahan untuk mendukung kinerja
monitor CRT datar tersebut. Diantaranya, fasilitas light frame untuk
menciptakan sejumlah window cerah pada tampilan monitor, software untuk
penyelaras warna-warna yang bisa dilihat di layar dengan hasil print out-nya,
fasilitas konektor D-SUB yang menghubungkan graphics card, dan konektor BNC
untuk menghasilkan kualitas gambar.
·
Kelebihan
Monitor CRT
1. Warna
lebih akurat dan tajam. Monitor CRT memiliki warna yang akurat atau hampir sama
dengan aslinya. Karena alasan inilah para desainer dan editor foto lebih suka
menggunakan CRT dibanding LCD. Selain itu, gradasi warna pada monitor CRT masih
lebih baik dibanding LCD.
2. Resolusi
monitor ini fleksibel. Monitor CRT dapat menggunakan berbagai variasi resolusi
tanpa mengalami penurunan kualitas gambar.
3. Perawatan
mudah, jika rusak dapat di servis. Perawatan monitor CRT masih lebih mudah
dibanding LCD, LCD perawatanya harus ekstra hati-hati. Selain itu, jika monitor
CRT rusak masih dapat diservis, sedangkan LCD rusak sudah pasti masuk sampah.
Selain itu, monitor CRT lebih tahan jika terbentur atau tersentuh jari tangan
pada displaynya
4. Bebas
dead pixel, ghosting, dan viewing angle. Monitor CRT tidak terdiri dari
pixel-pixel seperti LCD, sehingga jelas-jelas tidak akan mengalami dead pixel.
Monitor CRT dapat dilihat dari berbagai sisi, tidak seperti LCD yang bergantung
pada spesifikasi viewing angle. Monitor CRT tidak mengenal response time,
sehingga relatif bebas efek ghosting.
5. Harga
lebih murah. Kelebihan dari segi harga inilah yang membuat monitor CRT masih
populer.
·
Kekurangan
Monitor CRT
1.
Konsumsi listrik. Monitor CRT mengkonsumsi daya
listrik 2x lipat dibanding LCD pada ukuran inch yang sama.
2.
Bergantung pada refreshrate. Agar mata tidak lelah
mengunakan monitor CRT, gunakan refreshrate diatas 70hz. Monitor CRT high end
mampu menawarkan refreshrate hingga 120hz bahkan lebih. Makin tinggi makin baik
tentunya. Hal ini tidak berlaku bagi monitor LCD.
3.
Radiasi lebih besar. Tidak dapat dipungkiri, monitor
CRT memancarkan radiasi yang lebih besar dibanding monitor LCD. Radiasi ini
memiliki dampak negatif bagi mata sehingga mata cepat lelah atau bahkan membuat
kepala pusing bagi yang sensitif.
4.
Rentan distorsi, glare dan flicker. Ini adalah masalah
klasik bagi monitor CRT. Efek distorsi akan terlihat saat kita menggambar
lingkaran dengan menggunakan coreldraw atau software lain. Jika refreshrate
terlalu rendah, menyebabkan monitor menjadi berkedip-kedip (flicker) dan glare
(over brightness).
5.
Dimensi besar dan berat. Monitor CRT memiliki ukuran
yang besar dan berat, sehingga tidak cocok untuk ruangan sempit, karena banyak
makan tempat. Cukup melelahkn jika monitor sering dipindah-pindahkan karena
cukup berat.
·
Prinsip
Kerja Monitor CRT
Prinsip
kerja monitor konvensional, monitor CRT (Cathode Ray Tube), sama dengan prinsip
kerja televisi yang berbasis CRT. Elektron ditembakkan dari belakang tabung
gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen yang terbuat dari bagian
yang memiliki kemampuan untuk memendarkan cahaya. Sinar elektron tersebut
melewati serangkaian magnet kuat yang membelok-belokkan sinar menuju
bagian-bagian tertentu dari tabung bagian dalam. Begitu sinar tersebut sampai ke
bagian kaca tabung TV atau monitor, dia akan menyinari lapisan berpendar,
menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer. Setiap
tempat tertentu mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol tegangan dari sinar
tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk
berpendar dengan intensitas cahaya tertentu. Dari pixel-pixel tersebut, dapat
dibentuklah gambar.
Teorinya,
untuk membentuk sebuah gambar, sinar tadi menyapu sebuah garis horizontal dari
kiri ke kanan, menyebabkan pixel-pixel tadi berpendar dengan intensitas cahaya
sesuai dengan tegangan yang telah diatur. Proses tersebut terjadi pada semua
garis horizontal yang ada pada pixel layar, dan ketika telah sampai ujung,
sinar tersebut akan mati sementara untuk mengulang proses yang sama untuk
menghasilkan gambar yang berbeda.
2.2.8.2 Monitor plasma
Monitor
plasma atau monitor plasma gas, menggunakan gas untuk mengeluarkan cahaya.
Teknologi ini kini diterapkan pada televisi datar berlayar lebar. Monitor
electroluminescent (EL) mengandung bahan yang bercahaya manakala dialiri arus
listrik, sebuah piksel terbentuk pada layar saat arus listrik dikirim ke
perpotongan baris dan kolom yang sesuai.
Plasma
gas merupakan teknologi monitor dengan display datar. Dengan teknologi plasma
gas, ketipisan layar dapat dibuat sebanding dengan LCD, namun memiliki
karakteristik citra yang lebih baik dan ukuran layar yang lebih besar.
Tampilan
pada monitor plasma gas dapat dibuat lebih besar dibandingkan LCD. Ukuran
terbesar yang sedang dikembangkan pada plasma gas sudah mencapai 40 inci,
sementara LCD baru mencapai 20 inci. Selain itu, sudut pandang pada plasma gas
dapat selebar CRT.
Plasma
gas menggunakan fosfor untuk menghasilkan cahaya seperti halnya CRT.
Perbedaannya adalah bagaimana energi diberikan kepada fosfor agar fosfor
berpendar. Pada plasma gas, tiap sel warna memiliki gas yang bertekanan rendah
yang terletak di belakangnya. Tegangan tinggi pada elektroda sel tersebut akan
membuat gas bergerak mengarah ke plasma. Radiasi ultraviolet yang dihasilkannya
akan mengeksitasi fosfor pada layar dan akan memendarkannya sehingga tertangkap
oleh mata kita. Hal ini membuat layar plasma gas berpendar tanpa perlu adanya
bantuan cahaya dari belakang layar. Kontras pada plasma gas akan lebih baik
dibandingkan LCD.
2.2.8.3
Monitor
LCD ( Liquid Cristal Display)
Merupakan jenis layar datar TFT (thin film
transistor). Komposisi utama pembentuk LCD adalah liquid crystal (LC) yang
ditemukan pada tahun 1988 oleh ahli tanaman nama Austria bernama Friedrich
Reinetzer. Namun, istilah LC (liquid crystal) baru diperkenalkan oleh ahli
fisika Jerman bernama Otto Lehmann pada akhir abad ke-19. LC (liquid crystal)
bersumber dari unsur zat padat dan cair dalam satu massa. Pada umumnya, yang
digunakan sekarang berasal dari bahan polymer yang terdapat pada pasir pantai.
Lapisan lapisan dalam sebuah LCD :
1. Polaroid
belakang
2. Elektroda
belakang
3. Plat kaca
belakang
4. Kristal
cair
5. Plat kaca
depan
6. Elektroda
depan
7. Polaroid
depan
Elektroda
dalam lapisan tersebut berfungsi untuk menciptakan medan listrik pada kristal
cair, sedangkan polaroid digunakan untuk menciptakan suatu polarisasi
LCD
berwarna menggunakan dua jenis teknik untuk menghasilkan warna, yaitu passive
matrix dan active matrix :
1.
Passive
Matrix
Teknologi
yang digunakan lebih murah dibandingkan active matrix. Pada LCD jenis ini
terdapat sederetan transistor di atas (sumbu x) dan di samping kiri (sumbu y)
monitor. Transistor-transistor ini memberi energi pada piksel. Piksel merupakan
pertemuan dari pancaran transistor sumbu x dan sumbu y. oleh karena hal
tersebut maka teknologi ini sering juga disebut Dual Scan monitor.
Kelemahan
teknologi ini, monitor harus dilihat secara tegak lurus. Jika dipandang dari
sudut agak menyamping, maka tulisan pada monitor tidak akan terlihat. Kelemahan
lain, jika ada transistor yang mati, maka akan terlihat adanya garis gelap
melintang atau tegak lurus pada layar monitor.
Pada teknologi passive matrix yang lebih baru seperti
CSTN (Color Super-Twisted Nematic), DSTN (Double Layer Super-Twis Nematic), dan
HPA (High-Performance Addressing), kecerahan citra lebih bagus.
2.
Active
Matrix
Menggunakan
teknologi Thin Film Transistor (TFT). Hasil warna yang diperoleh sebagus CRT,
namun teknologinya mahal. Active matrix memiliki transistor yang memancarkan
cahaya sendiri pada masing-masing piksel, sehingga warnanya lebih cerah, dan
tak harus dilihat dengan sudut pandang tegak lurus. Namun karena adanya banyak
transistor ini, mengakibatkan pemakaian daya jenis monitor ini lebih tinggi dan
kemungkinan kerusakan pada piksel lebih besar.
· Kelebihan Monitor LCD
1. Konsumsi
listrik rendah
2. Tidak
menghasilkan radiasi elektromagnet yang mengganggu kesehatan
3. Tidak
menimbulkan efek kedipan (flicker free)
4. Area
layarnya optimum karena tidak termakan untuk bezel/frame
5. Dimensinya
tidak akan menyita ruangan terlalu besar dan ringan untuk dijinjing
6. Bentuknya
stylish dan enak dilihat
7.
Sinyal gambar digital
· Kekurangan Monitor LCD
1. Harganya
lebih mahal dibandingkan dengan monitor CRT
2. Kualitas
gambar yang dihasilkan belum sebaik monitor CRT
3. Resolusi
gambar yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan monitor CRT
4. Sudut
viewable-nya terbatas. Begitu kita mengeset sudut pandang, gambar terlihat akan
berubah di mata kita.
· Prinsip Kerja Monitor LCD
Secara
Sederhana LCD (Liquid Crystal Display) terdiri dari dua bagian utama yaitu
backlight dan kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya LCD yang
biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah berteknologi seperti lampu neon. Lampu
backlight ini berwarna putih.
Kristal
cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari
beberapa ratus cahaya dengan warna yang berbeda. Beberapa ratus cahaya tersebut
akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar.
Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Jadi jika beda sudut
refleksi maka beda pula warna yang dihasilkan. Dengan memberikan tegangan
listrik dengan nilai tertentu. Kristal cair dapat berubah sudutnya.
Karena
tugas kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya
backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna. Kristal cair
bekerja seperti tirai jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal
cair akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna
putih akan tampil di layar. Namun jika ingin menampilkan warna hitam. Kristal
Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight yang
yang menembus (sehingga di layar akan tampil warna hitam). Jika ingin
menampilkan warna lainnya tinggal atur sudut refleksi kristal cair.
2.4 Printer
Printer
merupakan sebuah alat keluaran yang menghasilkan suatu gambaran data
tetap berupa cetakan.Printer adalah jenis hard-copy device, karena
keluaran hasil proses dicetak di atas kertas. Pada saat ini terdapat bermacam-
macam jenis printer dengan kecepatan, kualitas, model, dan sistem pencetakan
yang berbeda - beda. Media pencetakan juga bermacam - macam, mulai dari kertas
printer bersambung (Continuous Form), kertas HVS ukuran A4, folio dan lain
lain. Istilah yang dikenal pada resolusi printer disebut dpi (dot per inch).
Maksudnya adalah banyaknya jumlah titik dalam luas area 1 inci. Semakin tinggi
resolusinya maka akan semakin bagus cetakan yang dihasilkan. Sebaliknya, jika
resolusinya rendah maka hasil cetakan akan buruk / tidak bagus.
Printer
biasanya terbagi atas beberapa bagian, yaitu :
1. Tray
ialah tempat untuk menaruh kertas.
2. Picker
sebagai alat untuk mengambil kertas dari tray.
3. Tinta
atau toner adalah alat pencetak yang digunakan untuk menulis atau mencetak pada
kertas. Tinta dan Toner memiliki perbedaan pada sistem. Toner atau laser
membutuhkan pemanasan, sedangkan tinta atau inkjet tak butuh pemanasan, hanya
pembersihan atau cleaning pada print-head printer tersebut.
4. Kabel
fleksibel untuk pengiriman sinyal dari prosesor printer ke tinta atau toner.
Kabel ini tipis dan fleksibel, namun kuat.
Pada
bagian belakang printer biasanya ada Port paralel atau USB untuk penghubung ke
komputer.
Printer biasa dikelompokkan menjadi :
2.4.1 Printer Impact
Printer
impact menggunakan print head yang berisi sejumlah jarum metal (metal pins)
yang mengenai pita tinta. Letak jarumnya berdekatan sehingga membuat tampilan
huruf relatif tidak terputus. Jumlah pin yang ada berkisar 9 hingga 24. Semakin
banyak pin maka hasil cetakan akan semakin halus. Yang termasuk dalam kategori
printer impact adalah: dot matrix, daisy wheel, dan line printer.
2.4.2 Dot matrix
Printer
dot matrix merupakan printer yang metode pencetakannya menggunakan pita.
Cetakan yang dihasilkan terlihat seperti titik titik yang saling mengubungkan
satu dengan yang lainnya, sehingga hasil cetakan kurang halus dan juga kurang
bagus.
Menurut
sejarahnya jenis printer dot matrix ini pada awalnya menggunakan 9 Pin yang
artinya dalam satu huruf akan dicetak dengan kombinasi dari 9 titik, kemudian
semakin berkembang menjadi 24 pin dan tentunya dengan begitu hasil cetakan akan
lebih halus. Produsen printer jenis dot matrix yang cukup terkenal adalah
Epson, dengan produknya Epson LX – 300, epson LX 800 dan lain-lain.
Pada
saat head-printer bergerak dari kiri kekanan sambil menyentuh kertas,
maka huruf yang sudah terpola dalam suatu susunan jarum akan segera muncul.
Pola huruf ini kemudian diterima oleh pita karbon yang dibaliknya terdapat
kertas, dan terjadilah pencetakan huruf demi huruf. Setiap karakter yang
terbentuk akan menimbulkan suatu pola unik yang terdiri dari bebagai titik
didalam dimensi sebuah matrix. Jenis printer dot-matrix sangatlah bervariasi,
ada yang berjenis color dan ada pula yang non-color.
Untuk
printer color, digunakan pita karbon khusus yang mempunyai 4 warna, yaitu
hitam, biru, merah dan kuning.
2.4.3 Daisy wheel
Daisy
Wheel Printer, yaitu impact printer yang mencetak citra dengan kualitas tinggi
karena karakter dibentuk dengan tekanan tunggal oleh roda cetak. Hasil dari
karakter yang tercetak mempunyai kualitas yang baik sehingga printer ini
digolongkan sebagai Letter Quality printer. Tetapi, mempunyai kelemahan yaitu
lebih lambat dibandingkan dengan dot matrix printer. Sekarang jenis printer ini
sudah jarang diproduksi sejak diperkenalkannya printer dot-matrix dan laser
yang lebih baik dan murah.
2.4.4 Line Printer
Line
printer merupakan printer yang mempunyai kemampuan untuk mencetak satu
baris (line) kata-kata dalam satu saat. Dengan demikian, kecepatan cetak
dari line printer ini menjadi tinggi dibanding printer lainnya. Line printer
biasanya dihubungkan dengan mini ataupun mainframe komputer.
Huruf-huruf
yang ada tersusun dalam sebuah drum huruf yang mempunyai panjang selebar kertas
printer. Huruf-huruf pada drum printer ini akan berputar secara cepat
untuk kemudian menempatkan huruf pada posisinya. Kemudian huruf-huruf tersebut
akan menekan kertas sehingga menimbulkan bekas pada kertas untuk satu baris
pada saat yang bersamaan. Secara umum, kualitas huruf yang dihasilkan oleh line
printer tidaklah begitu istimewa seandainya dibanding dengan hasil dari sebuah
mesin ketik. Line printer memang digunakan bukan untuk kualitas hurufnya,
tetapi yang diperlukan adalah kecepatannya dalam hal mencetak huruf baris demi
baris.
Secara
umum, line printer sanggup mencetak antara 300 hingga 6.000 baris dalam satu
menit (lpm) tergantung jenis dan merk printer.
Printer ini terdiri dari dua jenis, yaitu chain
printer dan band printer.
a. Chain
Printer, yaitu mengunakan suatu rantai yang berisi karakter-karakter untuk membentuk
hasil cetakannya. Rantai tersebut akan berputar secara horizontal dan setelah
tepat pada posisi pencetakan, palu pemukul akan mengetuk pola karakter di
rantai melalui karbon, bentuk dari karakter akan tercetak di kertas. Chain
printer mempunyai kecepatan yang tinggi.
Band
Printer, cara operasinya sama dengan chain printer, tetapi menggunakan pita
besi (steel band) yang berisi kumpulan pola karakter.
2.4.5 Printer Non-Impact
Merupakan
printer yang membentuk karakter dan citra tanpa menyentuh langsung secara fisik
antara mekanisme pencetakan dan kertas. Printer ini bekerja dengan cara
menyemprot kertas dengan tinta. Kelemahan dari jenis ini adalah tidak dapat
membuat sekaligus rangkap hasil cetakan.
Printer init terdiri dari: laser (menggunakan drum dan
toner), ink-jet (menyemburkan tinta) dan thermal (membakar dot ke kertas
khusus).
2.4.6 Printer Laser Jet
Printer
laser pertama ditemukan oleh Gary Starkweather di Xerox pada 1969. Prototipenya
adalah sebuah mesin fotokopi Xerographic yang dimodifikasi.
Printer laser warna memiliki cara kerja yang lebih
kompleks karena selain memiliki lebih dari satu skema photoreceptor, juga harus
tepat alignment antar warnanya.
Jenis
printer laset jet merupakan jenis printer yang metode pencetakannya dengan
tinta bubuk atau yang biasa disebut toner dengan menggunakan perangkat berupa
inframerah. Selain hasil cetak yang lebih bagus jika dibandingkan dengan jenis
printer dot matrix maupun ink jet, printer laser jet juga memiliki kecepatan
pencetakan yang tinggi dan hasil cetaknya pun juga lebih cepat kering seperti
pada hasil cetakan dengan menggunakan mesin photo copy.
Sebenarnya
cara kerja printer laser mirip dengan mesin fotokopi, yaitu menggunakan
photographic drum. Proses pencetakkannya dilakukan dengan memfokuskan gambar
yang akan dicetak titik pertitik yang dilakukan oleh semi conductor laser.
Secara umum printer ini hanya mampu mencetak dengan dua warna (hitam dan
putih), tetapi pada jenis tertentu telah dilengkapi dengan tinta warna sehingga
mampu mencetak dengan full color.
2.4.7
Printer Ink-Jet
Printer
ini pertama kali dikembangkan secara ekstensif sejak 1950. Dan printer ink-jet
yang dapat memproduksi citra dari komputer baru dikembangkan pada 1970. Jenis
printer ini dikuasai oleh Epson, Hewlett-Packard, dan Canon.
Ink-jet
printer adalah alat cetak yang sudah menggunakan tinta untuk mencetak dan
kualitas untuk mencetak gambar berwarna cukup bagus. Kecepatan mencetak jumlah
halaman pada printer Inkjet tidak sama, tergantung pada jenis merk printer
tersebut. Tetapi pada ink-jet printer, hasil cetakan lebih lama keringnya jika
dibandingkan dengan laser printer. Proses pencetakkannya menggunakan semprotan
tinta (dimana proses penyemprotannya diatur oleh komputer) ke media cetak guna
menghasilkan karakter ataupun gambar yang sesuai. Karena menggunakan teknik
semprot, maka printer jenis ini sama sekali tidak menimbulkan suara/berisik.
Karena menggunakan resolusi cetak yang tinggi (minimal 300 dpi/dot per inci),
maka hasil cetakan printer jenis ini biasanya lebih bagus.
Printer
jenis Ink-jet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara
menyemprotkan titik - titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau lubang
pipa yang sangat kecil. Teknologi lainnya yang dikembangkan oleh produsen
printer seperti Canon dan HP dengan menggunakan panas. Panas tersebut dapat
membuat gelembung-gelembung tinta sehingga jika semakin panas akan semakin
menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan tercetak pada kertas.
Karena
menggunakan tinta cair, hasil cetaknya harus menunggu beberapa detik agar bisa
kering. Pada printer ink-jet penempatan dan pengisian tintanya bisa
dimodifikasi dengan teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus
pada bagian luar printer dan disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan
pada bagian pencetak di mesin printer.
2.4.8 Printer Thermal
Yaitu
non-impact printer yang menggunakan panas untuk menghasilkan citra pada kertas
khusus. Karakter dibentuk oleh unsur – unsur yang dipanaskan yang ditempatkan
dengan kertas yang sensitif dengan panas khusus yang membentuk titik hitam
ketika unsur – unsur menjangkau temperatur. Printer thermal berkenaan dengan
panas secara meluas dan menggunakan tenaga baterai seperti kalkulator. Printer
dan kertasnya tergolong mahal sehingga jarang digunakan untuk pekerjaan yang
memerlukan jumlah keluaran yang banyak.
2.4.9 Printer Multifungsi
Printer
multifungsi merupakan printer yang memiliki fungsi tambahan seperti sebagai mesin
fotocopy, scanner dan mesin fax. Keuntungannya dapat menghemat biaya.
Kelemahannya bila rusak maka fungsi tambahan sering ikut mengalami kerusakan.
2.4.10 Printer Digital
Printer
digital adalah jenis mesin cetak terbaru yang mempunyai banyak kegunaan. Bisa
dipakai untuk sablon, kain, syal, tekstil dan lain sebagainya.
Salah satu contoh printer digital adalah printer kain
spanduk digital.
Mesin
cetak ini di Indonesia sendiri beberapa tahun terakhir ini keberadaannya masih
kalah banyak dengan mesin cetak digital ukuran besar yang menggunakan bahan –
bahan glossy paper, vinyl flexi, dan sebagainya.
Di waktu yang akan datang, mesin
printer kain/printer textil ukuran lebar ini kemungkinan juga akan menjadi
alternatif baru untuk pengerjaan cetak diatas kain selain pencetakan yang biasa
dilakukan oleh sablon tangan atau sablon manual. Proses cetak menggunakan wide
format digital printing textile ini jauh lebih cepat dengan harga cetak yang
bersaing.
Beragam keunggulan dan kegunaan
dari mesin printer spanduk kain dibagi ke dalam berbagai segmen pasar, seperti:
1. Segment
advertising: spanduk, bendera, umbul – umbul, dan rontex.
2. Segment
tekstil: pakaian, interior rumah, taplak meja, kain gordin, industi butk dan
sejadah.
3. Segment
merchandise: mug, piring, keramik, kaos, payung, sepatu, syal, dan lain – lain.
Mesin cetak ini juga
memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:
1. Nilai
investasi lebih murah
2. Produk
yang dihasilkan lebih ruas dan beragam
3. Produk
yang dihasilkan lebih ramah lingkungan
4. Produk yang
dihasilkan akan mudah dipasang
5. Bahan
kain banyak ditemukan di toko – toko kain biasa
Untuk
harga mesin cetak digital kain ukuran lebar ini pastinya bervariasi tergantung
merk, spesifikasi, fitur, dan sebagainya
.2.5 Plotter
Plotter
adalah Printer grafis yang menggambar dengan menggunakan pena-pena tinta,
plotter juga merupakan perangkat output pertama yang mampu mencetak gambar
berukuran gambar sebesar gambar arsitektur dan engineering.
Adapun
pengertian lain plotter adalah sebuah mesin yang secara otomatis akan
menggambar grafik berdasarkan data yang dimasukkan. Sedangkan plotter masih
dibagi yaitu ada plotter auto, yaitu sebuah mesin yang secara otomatis akan
menggambar grafik berdasarkan data yang dimasukkan.
Berdasarkan prinsip kerjanya, jenis plotter dapat
berupa:
1. Plotter
pena
2. Plotter
elektrostatis
3. Plotter
thermal.
2.5.1 Plotter Pena
Pada
prinsipnya plotter pena memiliki satu pena atau sejumlah pena berwarna-warni
untuk menggambar pada kertas atau plastik transparan. Plotter pena tidak
membuat keluaran berbentuk pola titik-titik., tetapi keluaran dalam bentuk
garis kontinyu.
2.5.2 Plotter Elektrostatis
Pada
plotter elektrostatis ini kertas diletakkan pada tempat datar seperti meja,
kemudian dibuat dengan prinsip kerja seperti pada mesin foto kopi, yaitu dengan
memberi tegangan listrik pada kertas. Tegangan listrik tersebut yang akan
menarik tinta untuk melekat pada kertas. Tinta kemudian dicairkan dengan
pemanasan. Kualitas jenis plotter ini tidak sebagus plotter pena, tetapi
kecepatannya lebih tinggi.
2.5.3 Plotter Thermal
Plotter
thermal menggunakan pin yang dipanasi secara elektronis. Kemudian pin tersebut
dilewatkan pada jenis media yang peka terhadap panas, sehingga terbentuk
gambar. Plotter thermal dapat digunakan untuk mencetak pada kertas maupun pada
film buram.
Dalam perkembangannya ada jenis plotter lain, yaitu:
1. Plotter
pemotong
2. Plotter
format lebar
2.5.4 Plotter Pemotong
Plotter
jenis ini dapat sekaligus memotong bahan vinyl, karet, gabus, kulit, dan
lain-lain. Contoh pemanfaatannya yaitu pada industri sepatu atau industri
pakaian, untuk memotong pola atau bahan sekaligus.
2.5.6
Plotter
Format Lebar
Plotter
format lebar biasa digunakan oleh perusahaan grafis, karena plotter jenis ini
dapat membuat cetakan berwarna dalam kertas yang sangat lebar. Teknologi yang
digunakan ada yang menyerupai printer ink-jet ataupun plotter thermal.
2.6
Computer
Output Microfilm (COM)
Computer
output Microfilm (COM) adalah piranti yang dapat menghasilkan gambar dalam
gulungan mikrofilm atau pada microfiche yang berisi banyak halaman dalam setiap
lembar.
2.6.1 Mikrofilm
Mikrofilm
adalah hasil reproduksi dalam bentuk gulungan film yang kecil dengan ukuran
lembaran film 16 mm dan panjang 100 feets. Untuk film yang berukuran 35 mm dan
panjang 200 feets, digulung dalam sel plastik.
Mikrofilm
merupakan kopi dari halaman-halaman buku, manuskrip dan sebagainya yang melalui
proses fotografi dimana bayangan kecil yang ada pada frame tersebut merupakan
duplikat dari bagian aslinya. Mikrofilm masih merupakan pilihan yang populer
karena bisa menampung sejumlah besar informasi yang dapat disimpan dalam ruang
yang sangat kecil, dan membutuhkan biaya yang rendah.
Bentuk-bentuk mikrofilm:
1. Gulungan,
yaitu hasil rekaman dengan kamera yang telah diproses untuk suatu benda. Film
tersebut memuat bahan-bahan informasi yang terbentuk secara ringkas dimana
informasi diletakkan secara berderet dan mempunyai jarak tertentu.
Lembaran, yaitu hasil reproduksi dari salah satu bagian gulungan yang diberi bingkai dan sampul.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.
Secara
umum alat peranti keluaran atau output device adalah peralatan yang memberikan
keluaran yang berguna untuk megetahui apakah sebuah pemrosessan berjalan dengan
benar atau tidak. Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan
menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus), image (dalam
bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin
(machine-readable form). Tiga golongan pertama adalah output yang dapat digunakan
langsung oleh manusia, sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai
input untuk proses selanjutnya dari komputer.
2.
Alat
yang termaksuk kedalam sistem output device dapat berupa :
·
Soft-copy
device, yaitu alat yang digunakan untuk menampilkan tulisan dan image pada
media lunak yang berupa sinyal elektronik.
Contoh:
Monitor, Speaker, Headphone.
·
Hard-copy
device, yaitu alat yang digunakan untuk mencetak tulisan dan image pada media
keras seperti kertas atau film.
Contoh:
Printer, Plotter,COM.
·
Drive
device atau driver, yaitu alat penggerak untuk membaca atau merekam data dari
atau ke media simpanan luar. Sehingga drive device biasanya berfungsi ganda
sebagai alat input dan alat output.
DAFTAR
PUSTAKA
....
2011. Pengertian Unit Keluaran (Output Device). [Online]
https://sipitoon.wordpress.com/pengertian-unit-keluaranoutput-device/,diakses tanggal 19 Maret 2016.
Vicky,
2010. Pengertian dan Pengenalan Jenis-jenis Printer. [Online]
http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-pengenalan-jenis-jenis-printer/,diakses tanggal 19 Maret 2016.
Pratama,
Nando Putra. 2014. Ciri-ciri dan Jenis-jenis Printer. [Online]
http://nandoputrapratama.blogspot.co.id/2014/10/ciri-ciri-dan-jenis-jenis-printer.html,diakses tanggal 19 Maret 2016.
AAD,
Devit, 2014. Pengertian,Fungsi, dan Jenis-jenis Plotter. [Online]
http://asneba.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-fungsi-dan-jenis-jenis_25.html, diakses tanggal 19 Maret 2016.
Rohmat,
2014. Pengertian Soft copy Device. [Online]
http://omrohmat.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-soft-copy-device-dan.html, diakses tanggal 19 Maret 2016.
2

Komentar
Posting Komentar